Monday, January 1, 2018

Happy New Year!


SELAMAT TAHUN BARU 2018 TEMAN-TEMAN!

Semoga kita semua senantiasa dilimpahi kesehatan dan kebahagiaan, two most precious things in life :)

I don't really feel like setting up a new year resolution. Melihat ke belakang, semua resolusi tahun baru yang pernah saya buat ternyata cuma berakhir jadi semacam to-do-list untuk bulan Januari saja. Ada yang nasib resolusi tahun barunya sama dengan saya nggak sih? Hehehe.

Mungkin tahun ini saya coba ganti judul dari 'resolusi' menjadi 'harapan'. Siapa tahu dengan penamaan yang berbeda ternyata saya lebih termotivasi untuk mewujudkan semua 'harapan' tadi menjadi kenyataan. Ini harapan-harapan saya tahun ini:

Saturday, December 23, 2017

Cormoran Strike - Idola Baru di dunia Fiksi Kriminal


Sebagai penggemar crime fiction, perasaan saya campur aduk waktu tahu bahwa J.K. Rowling yang legendaris, sang pencipta Harry Potter, menulis seri kriminal dengan nama samaran Robert Galbraith. Antara excited dan skeptis, memangnya dia bisa?

Tokoh utama seri detektif Galbraith ini bernama Cormoran Strike, detektif partikelir mantan anggota Special Investigation Branch Royal Military Police (Polisi Militer-nya angkatan darat Inggris). Dia juga adalah anak rock star terkenal, Johnny Rokeby, dengan seorang groupie dan pernah kuliah di Oxford sebelum bergabung dengan angkatan darat Inggris.

Dengan latar belakang seperti itu, harapan yang terbentuk di benak saya tentang penampilan karakter ini adalah model James Bond-ish yang tinggi, gagah - hasil didikan tentara, keren, pintar, dan ganteng.

Saturday, December 16, 2017

TMS Movie Talk: The Man From UNCLE

Picture taken from here

Pernahkah teman-teman saking sukanya sama suatu film, kalian nonton film itu berkali-kali di bioskop?

Waktu masih kuliah dulu, saya punya teman yang saking ngefansnya dengan robot-robot Transformers, dia nonton filmnya sampai lima kali. Komentar saya waktu itu "ngapain deh buang-buang duit buat nonton film yang sama sebanyak lima kali?? mending buat nonton film lain"

Fast forward beberapa tahun, ternyata saya melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan teman saya itu. Saya nonton The Man from UNCLE (TMFU) sampai tiga kali di bioskop. Yes, three times! Mungkin ini yang namanya karma.

Awalnya, saya tertarik nonton film ini karena baca sinopsisnya (entah dimana, saya lupa). The Man from UNCLE ini bercerita tentang dua agen CIA dan KGB yang ditugaskan dalam suatu misi bersama untuk menggagalkan upaya pengembangan senjata nuklir oleh NAZI. Sebagai penggemar cerita-cerita detektif dan spionase, saya nggak mau dong ketinggalan nonton film ini.

Nah, things become interesting karena setting film ini adalah masa Perang Dingin ketika hubungan Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang tegang-tegangnya. Gimana ceritanya organisasi spionase dari dua negara yang saling musuhan bisa tiba-tiba bersatu padu?

Tuesday, October 24, 2017

5 Alasan Harus Eksplor Gili Air, Tempat Wisata di Lombok yang Memukau

gili air saltinourhaircom.jpg
Gambar: saltinourhair.com
Sudah pernah ke Gili Air di Lombok?

Kalaupun belum, saya yakin sebagian besar teman-teman pernah dengar namanya.

Tapi kalau belum pernah dengar juga, supaya teman-teman tahu, Gili Air adalah salah satu dari The Three Gilis alias tiga gili terkenal yang ada di sebelah barat laut pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat. Dua gili lainnya adalah Gili Meno dan Gili Trawangan yang sudah jauh lebih populer.

Jika berkesempatan mengunjungi Lombok, sempatkan beberapa hari untuk eksplor Gili Air. Percaya nggak kalau saya bilang sebagian besar teman-teman saya yang orang Australia pernah ke sana? Yep, that's no lie.

Ini dia lima alasan mengapa teman-teman harus pilih Gili Air sebagai destinasi berikutnya dalam daftar traveling kalian:

Saturday, June 10, 2017

Ramadan Mubarak!



Ramadan mubarak, dear friends!

Alhamdulillah bisa ketemu lagi dengan ramadan, time surely flies. Ini adalah ramadan pertama kami di Australia. Saat ini sedang musim dingin, suhu berkisar nol (kalau malam malah sampai minus) sampai 15 derajat (suhu tertinggi di siang hari).

Mulai subuh sekitar jam setengah enam dan maghribnya jam lima lebih beberapa menit. Jadi kurang lebih kami puasa selama 11 jam 30 menit, lebih pendek dari Indonesia. Lama puasa si Australia adalah yang ke dua terpendek, setelah Chile di Amerika Selatan sana.

Terus terang, hawa dingin dan waktu puasa yang lebih pendek adalah dua hal yang sangat saya syukuri soalnya kadar keimanan saya yabeginideh. Puasa terasa sangat nyaman dan banyak dimudahkan.

Apalagi kalau ingat puasa di Indonesia, kayanya kita semua pasti pernah mengalami puasa pas hawa lagi panas-panasnya, trus siang-siang harus keluar rumah naik angkot, pakai acara jalan kaki di bawah terik matahari, sampai rumah nyalain tv trus ada iklan sirup berwarna merah menggoda yang disajikan dalam gelas tinggi dengan es batu. Duhh gusti...

Meski sudah sangat dimudahkan dalam menjalankan puasa, tetap aja ada tantangannya. Buat saya tantangan terbesar saya selama sampai hari ke 15 ini adalah... bangun sahur! Suhu udara yang dingin membuat malas sekali rasanya meninggalkan ranjang dan selimut nan hangat untuk menyiapkan makan sahur, padahal cuma tinggal memanaskan makanan.

Ah, dasar manusia...

© The Mint Suitcase
Maira Gall