Saturday, June 10, 2017

Ramadan Mubarak!



Ramadan mubarak, dear friends!

Alhamdulillah bisa ketemu lagi dengan ramadan, time surely flies. Ini adalah ramadan pertama kami di Australia. Saat ini sedang musim dingin, suhu berkisar nol (kalau malam malah sampai minus) sampai 15 derajat (suhu tertinggi di siang hari).

Mulai subuh sekitar jam setengah enam dan maghribnya jam lima lebih beberapa menit. Jadi kurang lebih kami puasa selama 11 jam 30 menit, lebih pendek dari Indonesia. Lama puasa si Australia adalah yang ke dua terpendek, setelah Chile di Amerika Selatan sana.

Terus terang, hawa dingin dan waktu puasa yang lebih pendek adalah dua hal yang sangat saya syukuri soalnya kadar keimanan saya yabeginideh. Puasa terasa sangat nyaman dan banyak dimudahkan.

Apalagi kalau ingat puasa di Indonesia, kayanya kita semua pasti pernah mengalami puasa pas hawa lagi panas-panasnya, trus siang-siang harus keluar rumah naik angkot, pakai acara jalan kaki di bawah terik matahari, sampai rumah nyalain tv trus ada iklan sirup berwarna merah menggoda yang disajikan dalam gelas tinggi dengan es batu. Duhh gusti...

Meski sudah sangat dimudahkan dalam menjalankan puasa, tetap aja ada tantangannya. Buat saya tantangan terbesar saya selama sampai hari ke 15 ini adalah... bangun sahur! Suhu udara yang dingin membuat malas sekali rasanya meninggalkan ranjang dan selimut nan hangat untuk menyiapkan makan sahur, padahal cuma tinggal memanaskan makanan.

Ah, dasar manusia...

1 comment

  1. namanya juga manusia mbak ,,

    tetap istiqomah :)

    ReplyDelete

© The Mint Suitcase
Maira Gall